HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Aneh, Pekerjaan Sandes di Desa Rantau Karya di Borongkan, dan Diduga Dimonopoli Oleh Ketua KSM nya

Views: 711
Read Time:2 Minute, 12 Second

 

TanjabTim, detektif.co.id – Pelaksanaan Sanitasi perdesaan padat karya merupakan program yang dibuat atas perintah Presiden Joko Widodo dalam agenda pemerintah tahun 2018 lalu.
Pendanaan program sanitasi perdesaan padat karya sendiri berasal dari Berbagai sumber pemerintah pusat,(APBN), pemerintah Desa, dan swadaya masyarakat.

Program ini dibuat guna memberdayakan masyarakat marginal atau miskin yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja lokal, dan dalam rangka mengurangi kemiskinan, serta menurunkan angka stunting. Program ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman khusus nya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah(MBR).

Tapi berbeda hal nya dengan pembangunan Program Sanitasi Pedesaan Padat Karya di Desa Rantau Karya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang dikelola oleh KSM Karya Sejahtera, diduga tidak sesuai dengan juknis kegiatan swakelola padat karya.
Berdasarkan penelusuran dan konfirmasi yang dihimpun oleh Awak media ini, Jum’at, (15/10/2021).

Untuk diketahui bahwa Realisasi Dana bantuan pemerintah pusat Sebesar Lima ratus juta (Rp. 500.000.000) untuk Program Sanitasi Pedesaan Padat Karya, berupa pembangunan Toilet individu (Bilik Toilet, Kloset, Septik yang dilengkapi Bidang Resapan untuk Tiga puluh tujuh kepala Keluarga penerima manfaat.

Dwi sulandari selaku Bendahara Kelompok swadaya Masyarakat (KSM), saat di cerca beberapa pertanyaan menjelaskan Bahwa kegiatan Sanitasi Pedesaan (Sandes) dikelola dengan cara di swakelola kan dengan HOK (Harian orang kerja) dengan upah Rp 110.000 untuk para tukang dan Rp 90.000 Untuk para kernet,

Tapi aneh nya Dwi sulandari tidak tau berapa orang yang kerja. Seperti orang kebingungan.

” bahwa untuk kegiatan (sandes) sanitasi yang di kelola oleh KSM Karya Sejahtera, tidak melakukan sistem (HOK) tapi di borongkan dengan harga tiga juta dua ratus (Rp.3 200 000) perunit nya kepada para pekerja.” Terangnya.

Masih kata Dwi sulandari,” dan untuk pembelian material nya seperti semen, pasir, kerikil serta box countrol dan pengadaan pipa nya semua ketua nha, (Sigit-red), saya hanya mengeluarkan uang nya berdasarkan nota yang di berikan kepada saya, dan untuk pencairan nya baru dua tahap, yang pertama Rp150 000 000, dan yang kedua Rp 100 000 000 dan yang sudah selesai di bangun baru 20 Unit.” Ungkapnya.

Terpisah, Mujono selaku sekretaris KSM Karya Sejahtera, saat di komfirmasi di kediaman nya menceritakan bahwa untuk pembelian material seperti pipa, semen, dan box countrol semua nya di kota Jambi kalau beli disini untung nya tipis.

Sementara itu Sigit selaku ketua KSM Karya Sejahtera saat di hubungi via tlp membenarkan bahwa kegiatan kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya, Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Propinsi Jambi.

” Pekerjaan ini di borongkan bukan dengan cara swakelola, untuk satu unit nya di harga kepada pekerja (Rp 3100 000 sampai Rp 3 200 000), dan untuk belanja materialnya di simpang Muaro Jambi,” ujarnya singkat. (Rano)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Babinsa Koramil Talun Ajak Warga Binaannya, Untuk Laksanakan Vaksin

Sab Okt 16 , 2021
Blitar – Dalam rangka mendukung suksesnya kegiatan vaksinasi berjalan lancar, Babinsa Koramil Tipe B 0808/16 Talun Kodim 0808/Blitar Sertu Muyanto, ajak warga binaannya untuk melaksanakan vaksin Covid 19, bertempat di Balai Desa Pasirharjo Kec.Talun Kab.Blitar, Sabtu (16/10/2021). Sertu Muyanto saat mendampingi kegiatan vaksinasi di Balai Desa Pasirharjo Kec.Talun mengatakan, bahwa […]