HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Diduga Kebal Hukum, Polres Takalar Tidak Berani Menahan Pelaku Pengrusakan

Views: 61
Read Time:2 Minute, 0 Second

 

Makassar, Detektif.co.id – Hj Rosmiati sapaan akrab Nenek Puji yang dilansir di media online Kedai-berita.com, di rumahnya di Kelurahan Mangadu mengatakan, “Sudah belasan tahun saya tinggal di rumah ini, baru kali ini saya merasa takut sekali masuk ke dalam rumah saya sendiri.”

“Jujur hari ini Minggu (22/8/2021) saya agak berani masuk ke rumah ini karena ada ditemani wartawan. Karena sejak dinding dapur sebelah kanan dirusak(dijebol) yang diduga dilakukan lelaki berinsial IR, pada hari Jumat (20/8/2021) sebelum solat Jumat, saya tidak berani masuk ke sini,” ungkap Nenek Puji.

Menurut Nenek Puji, “Ada hikmah dibalik kedatangan wartawan Kedai-berita.com di rumah ini, karena baru saya ketahui bahwa ternyata dua kali terjadi pengrusakan dinding rumah saya ini.” seraya Dia menunjuk dinding dapur bagian belakang yang jebol.

Lanjut Dia, mengatakan, “Kejadian pengrusakan pertama, ada cucu perempuan saya yang bernama Icha lagi mandi, begitu mendengar bunyi pukulan palu menerpa dinding, Icha bergegas mengambil gambar vidio melalui HP-nya.”

“Setelah dinding jebol, terlihat lelaki insial IR menghidupkan motornya kemudian meninggalkan tempat kejadian,” imbuhnya.

Dia menambahkan, “Bukan hanya soal kerusakan tetapi ketakutan yang menimpa diri saya dan cucu -cucu, apalagi mereka masih anak-anak.”

Sementara itu, Kejadian Pengrusakan pun terus dilakukan oleh terlapor meski ia sudah di laporkan dan tangani oleh Polres Takalar namun itu tak membuat Ilyas menghentikan perbuatannya.

Pelaku dan semua saksi-saksi sudah diambil keterangannya, namun itu tidak menghentikan perbuatannya melakukan intimidasi dan perkataan tidak sepantasnya “Hj.Puji K*ng*ng, Pal*kka Tampa, Ana S*ndd*la, perkataan seperti itu yang tidak seharusnya dilontarkan kepada nenek Puji.

Hj. Puji terus menangis di dampingi keluarganya Dg.Kebo sambil meronta-ronta saat di kantor Polres Takalar dan ia kembali di persalahkan oleh petugas SPKT yang menerima laporan saat itu.

“Dimana lagi saya mendapatkan keadilan, di Kantor Polisi tidak bisa memberikan tindakan apapun disaat saya dianiaya oleh Ilyas beserta kakak dan orang Tuanya.

Mereka bertiga, Sampai-sampai Ilyas membawa Pisau mengancam akan membunuh saya.” Entah apa yang harus saya perbuat ya, Allah.” Ungkapnya.

” Saya tidak punya harga diri lagi pak, kehormatan saya sudah di injak-injak oleh Ilyas. Seenaknya saja dia memperlakukan saya.” ucap Hj. Puji Sedih.

Polisi juga tidak berbuat apa-apa saat saya melaporkan kejadian ini, tidak ada lagi keadilan negeri ini.

Sementara, Dikonfirmasi Via WhatsApp ke Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Harjono mengatakan Kasus masih dalam Proses Pak, Kamis 7 Oktober 2021.

Laporan : MW

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TMMD Kodim 0808/Blitar Sebentar Lagi Selesai, Satgas dan Warga Terus Bersinergi Selesaikan Pekerjaan

Jum Okt 8 , 2021
Blitar – Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 112 TA 2021 Kodim 0808/Blitar, terus dilaksanakan dengan penuh semangat, mengingat pelaksanaan TMMD sebentar lagi akan selesai. Bertempat di Desa Pakisaji Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, anggota Satgas TMMD Kodim 0808/Blitar dan warga masyarakat Desa Pakisaji saling bergotong-royong dalam pengerjaan penyelesaian […]