HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Diduga Kegiatan Sandes Desa Pandan Sejahtera Dimonopoli Oleh Perangkat Desa, Di Mana Peran TFL Pemberdayaan

Views: 150
Read Time:2 Minute, 15 Second

 

Tanjabtim, (detektif.co.id) – Sandes adalah program yang berfokus pada penyediaan sarana prasarana air limbah dengan sasaran desa dengan buruk (stunting), BABS tinggi, masyarakat rendah (MBR), serta desa yang tertinggal dan berkembang. Selain bertujuan untuk meningkatkan akses, juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga serta memberikan pemahaman, kesadaran, dan promosi tentang PHBS.

Tahapan pelaksanaan Sandes dimulai dari persiapan (sosialisasi dan survei oleh BPPW), perencanaan (sosdes, rembuk, pemetaan sosial, penyusunan longlist, penyusunan RKM), serta tahapan pasca kontruksi, nah ini tentu nya menjadi sorotan ketika suatu organisasi yang dibentuk atau yang akrab kita dengar Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk mengelola kegiatan sandes tersebut tidak mengerti, bahkan tidak tau dengan tupoksi selaku pengurus inti dalam suatu organisasi (KSM-red), untuk nama KSM nya saja mereka tidak tau, tentu nya masalah ini menjadi suatu bahan untuk evaluasi, apakah pembentukan organisasi KSM nya sebatas formalitas, dan dimana peran vasilitator pendamping?. Seperti yang terjadi di KSM PANDAWA Desa Pandan Sejahtera Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Rabu, (20/10/2021).

Sebut saja Novi Hidayah selaku Bendahara KSM PANDAWA Desa Pandan Sejahtera, saat di komfirmasi media ini di Kantor Desa, Novi selalu menjawab tidak tau saat dicerca beberapa pertanyaan terkait program sandes mau pun tupoksi nya selaku Bendahara KSM PANDAWA, disinggung berapa pengeluaran ke uangan untuk upah peritem, apa nama KSM nya, Novi mengarahkan kepada ketua KSM.

‘’ kalau mau komfirmasi saya, komfirmasi dulu ketua nya, tanya aja sama ketua nya,’’ jawab nya singkat.

Ditempat yang sama, Supani selaku ketua KSM PANDAWA dan juga merangkap sebagai Kadus Rejosari menjelaskan, bahwa kegiatan nya sudah mencapai 60% keatas, dan pencairan Dana nya sudah tiga kali dalam satu tahap, dengan pagu Dana lima ratus juta (500.000.000).

‘’ kalau pencairan sudah tiga kali, dengan persentase yang berbeda, pertama seratus lima puluh juta (150.000.000). Kedua, Seratus juta (100.000.000). Ketiga, Seratus Juta (100.000.000).’’ jelasnya.

Supani juga mengatakan, bahwa pengadaan Box control nya belanja sendiri, saat di tanya berapa harga nya, Supani sperti orang kebingungan untuk menjawab nya, awal nya ia menyebutkan belanja di Jambi, setelah ditanya berapa harga nya, Supani pun memberi jawaban yang berbeda, dan mengatakan terima di tempat.
Wartawan: dari mana pengadaan nya?
Supani: pengada an nya bukan dari Dinas, dari pabrik lah, kita belanja di jambi.’’
Wartawan: berapa harga nya?
Supani: berapa ya,,,lupa saya, kita terima disini.’’

Supani juga tidak bisa menjelaskan berapa orang yang kerja, dengan alasan laporan nya sore setelah bekerja dan semua nya ada dalam catatan.

Sementara itu Dondi selaku Korkab mengatakan tidak masalah terkait pengurus KSM nya perangkat Desa.

‘’ Kalau kita dari program siapapun yang terpilih dari hasil musyawarah Desa, harus tetap menjaga hubungan koordinasi dengan Kades, karena Kades merupakan pembina Program di tingkat Desa.’’ Pungkas Dondi.(Rano)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sambut Sandiaga Uno di Aceh, Sulthan Alfaraby Harapkan Wisata Barsela Dioptimalkan

Kam Okt 21 , 2021
  BANDA ACEH – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi karya pemuda Aceh saat kegiatan kunjungan ke Provinsi Aceh dalam rangka meninjau ekonomi kreatif. Seperti diketahui, ini adalah kali kedua beliau melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh. Kedatangan itu itu disambut baik oleh Ketua Forum Pemuda […]