HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Directur CV, Zahara Sabak Timur Angkat Bicara, Terkait Tudingan Warga, Pemakaian Air Sekunder Atau Air Kanal Dalam Campuran Beton Pekerjaannya

Views: 112
Read Time:3 Minute, 40 Second

TanjabTim, (detektif.co.id) – Pembangunan box culvert di RT 11 Dusun Sukasari Desa Suka Maju Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2021 sumber dana APBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ), saat ini memang mengalami keretakkan dibagian sayap.

Dan itu tidak dipungkiri oleh Oki Zulkifli selaku Direktur CV. Zahara Sabak Timur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Menurut Oki Zulkifli saat dikonfirmasi (red-media) disalah satu warung ( 1 November 2021 pukul 01.00 WIB ) menjelaskan,

” Pekerjaan itu memang telah selesai 100% dan bahkan sudah diserah terima oleh dinas PUPR beberapa waktu lalu. Bahkan dana nya sudah dicairkan 95%, dan masih sisa 5%. Karena saat ini masih masuk ketahap pemeliharaan pekerjaan “. Jelas Oki Zulkifli.

” Nah… untuk konstruksi yang mengalami keretakkan tersebut ada pada bagian sayapnya, secepatnya akan segera diperbaiki karena kami masih memiliki tanggung jawab pemeliharaan. Ingat, itu bukan jebol. Tapi hanya megalami keretakkan beberapa titik. Harus bisa bedakan antara retak dengan jebol, jangan salah asumsi. Kita bekerja bukan mau sembarangan ataupun mengurangi takaran beton, dan hal terjadinya keretakkan itu biasa terjadi pada konstruksi bangunan. Ada banyak faktor yang dapat membuat bangunan tersebut retak, diantaranya perubahan alam seperti pergeseran tanah maupun getaran yang disebabkan oleh alat pemadat “. Ungkap Oki Zulkifli.

” Pada saat proses pemadatan tanah dan agregat klas B, kan itu saya memakai alat stemper dengan getaran kurang lebih 500 Kg. Pemakaian alat secara kontinyu atau terus menerus, akan mengakibatkan tanah yang dipadatkan tersebut pergeseran dan tekanan pada sisi kanan dan kiri akibat getaran. Sehingga sayap kontruksi bangunan pun ikut tertarik. Teman saya juga pernah mengingatkan dan mewanti – wanti kesaya agar saya jangan memakai stemper yang daya getarnya setinggi itu, nanti box yang kamu kerjakan bakal retak atau bahkan bisa jebol. Memang dasar saya nya aja yang bandel dan keras kepala, tetap aja stemper tersebut saya pakai “. Terang Oki Zulkifli.

”  Seharusnya menurut analisa saya pada saat lelang untuk pekerjaan box alat pemadatnya dipakai harus baby vibratory roller. Karena baby vibratory roller tidak memakai getaran, hanya jalan untuk melindasi tanah “. Unkap Oki Zulkifli.

Selain itu jga, Oki Zulkifli mengatakan pada pekerjaan oprit, tak boleh langsung di padatkan, tunggu cukup umur baru di padatkan. Kalau langsung dipadatkan, rentan di bagian dinding turap atau sayapnya. Sementara itu, kalau dilihat dari struktur yang mengalami keretakkan itu hanya bagian sayap. Sedangkan bagian badan box culvert tidak ada keretakkan atau bahkan tidak mengalami jebol.

Padahal bagian badan box tersebut sudah dilindasi oleh puluhan bahkan ratusan mobil angkutan sawit yang bertonase tinggi setiap harinya. Hal ini Oki Zulkifli dapatkan berdasarkan keterangan dan informasi dari Didik selaku  Kades Sukamaju via telpon.

” Sebagai masukkan juga nih buat teman – teman konsultan perencana, lain kali kalau merencanakan box culvert, kasih kemasukan masukkanlah dalam item pekerjaan balok skor dari sayap ke sayap, biar saling mengikat. Balok skor kan nantinya bakalan ditimbun “. Kata Oki Zulkifli.

Saat ditanya terkait campuran beton yang dijelaskan dalam berita yang beredar dari salah satu warga setempat yang bernama Muslim bahwa pekerjaan tersebut memakai air sekunder atau kanal, Oki Zulkifli membantah keras. Bahkan Oki Zulkifli akan menindak lanjuti kejalur hukum dengan melakukan pengaduan kepihak berwajib. Karena dianggap telah menyebarkan informasi hoax.

” Saya akan cari yang namanya Muslim warga setempat disitu. Akan saya tanyakan ke Kades Suka Maju maupun Kadus Sukasari RT. 11. Ada nggak warganya bernama Muslim, Karena dia telah membuat stetmen hoax dalam berita. Pada saat pekerjaan, tukang saya, saya perintahkan dan tekankan campuran beton memakai air bor. Jangan air kanal atau sekunder. Air bor yang saya ambil atau bahkan beli itu dari salah satu rumah warga RT. 11 Dusun Sukasari yang bernama pak Narsim. Dengan cara disedot memakai alat penyedot air shimizu dan ditampung didalam tangki air yang sudah saya sediakan dilokasi. Selain itu, mekanisme campuran betonnya saya mengikuti aturan dan telah diuji Lab dari laboratorium balai pengujian Kabupaten Batanghari, agar tercapai mutu beton sesuai RAB dan Gambar. Ada kok hasilnya dan bukti dokumennya berupa Design Mix Formula ( DMF ) dari saya dan Job Mix Formula ( JMF ) dari balai. Jika terbukti yang bernama Muslim itu tidak ada atau masuk di warga Dusun Sukasari, berarti berita itu hoax dan atau mengada – ngada. Artinya yang buat berita kurang profesional, hanya mengikuti emosi. Namun hal ini tetap akan saya laporkan ke pihak berwajib “. Tegas Oki Zulkifli.

” Saya juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada media yang memberitakan ini. Karena telah memberikan informasi untuk saya perbaiki pekerjaan tersebut. Artinya kontrol sosial mereka telah berjalan “. Ucap Oki Zulkifli.(Rano)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Aipda Nurkholis Sang Ustadz dan Khotib Pemilik TPA Yang Bercita – Cita Memiliki Pondok Pesantren Di Tulungagung

Sel Nov 2 , 2021
TULUNGAGUNG : DETEKTIF – Tidak hanya bertugas sebagai anggota Korps Bhayangkara, Aipda Nurkholis Aziz, SH juga dikenal sebagai khotib di lingkungan rumahnya yang ada di Desa Banjarrejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, SH, SIK, MH, mengapresiasi keaktifan dan inovasi yang dilakukan oleh anggotanya yang satu ini. […]