HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Inisiatif Warga Nunu Untuk Membangun Jembatan Alternatif di Sungai Samada Ditolak, Ini Alasannya !

Views: 306
Read Time:2 Minute, 7 Second

 

Taliabu, Detektif.co.id – Minggu, 26/09/2021. Inisiatif warga desa Nunu untuk membangun jembatan alternatif dialiran sungai Samada nampaknya tidak mendapat dukungan dari warga dan Pemerintah desa Natangkuning, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, desa dimana sungai tersebut berada.

Padahal sungai samada berada pada akses (jalan) utama bagi seluruh desa di Kecamatan Taliabu utara ke 3 kecamatan lain dan tepatnya jalur menuju Kota Kabupaten yang harus dilewati ketika warga hendak malakukan perjalanan darat. Bahkan dialiran Sungai tersebut juga menjadi akses utama bagi para petani disejumlah desa ketika hendak kelahan.

Keinginan untuk membangun jembatan alternatif juga telah setujui oleh warga dan Pemerintah dibeberapa desa seperti Nunu, Tikong dan Todoli untuk dilakukan secara swadaya. Hal itu dilakukan karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan setiap kali menyeberang. Terlebih lagi, untuk melewati aliran sungai terdapat beberapa farian harga yang dipatok oleh penyedia jasa (penjaga) rakit disituasi tertentu, misalnya saat musim hujan.

“Kalau aliran sungainya normal penjaga rakit mematok 10.000 sekali lewat. kalau agak banjir itu sudah 20.000. Tapi kalau aliran air deras itu mereka patok 50.000. Bahkan sampai 100.000, jadi tergantung kondisi sungainya, apalagi disana ada 2 sungai yang harus dilewati. Jadi kita bayar 2 kali. Tadi saat lewat saya bayar 20 ribu disatu sungai dan 5 ribu rupiah di sungai sebelahnya”, Ungkap Jufri warga yang ditemui ketika melakukan perjalanan, sabtu 25/09.

Keputusan Pemerintah Desa Natangkuning yang menolak inisiatif tersebut karena terdapat beberapa alasan. Selain dari sisi administratif, salah satunya adalah ketidak stabilan aliran sungai yang setiap tahun berubah- ubah.

“Saat diundang rapat oleh panitia itu kita belum rapat sama warga, apalagi suratnya bukan rapat didesa sini, tapi pertemuan di SMP, jadi kita rasa tidak bagus. Tapi mau bikin air itu juga sama deng bohong, banjir terus mau bikin bagimana, tiap tahun muara berubah terus, nanti jadi masalah besar situ lagi. misal tiba tiba jembatan anyor aliran sungai berubah lagi tong bikin anggaran lagi. Kalau Provinsi atau Kabupaten yang bikin mungkin, tapi kalau baku baku tambah begitu tau juga, liat saja sekarang aliran sungai sujadi dua”, Kata Kristian Banik, Kepala Desa Natangkuning ketika dikonfirmasi.

Ditempat yang sama, Pemerintah desa sebagaimana disampaikan oleh sekretaris desa Natangkuning bahwa, yang menjadi alasan tidak diizinkannya pembuatan jembatan alternatif disungai tersebut karena sejauh ini masih menjadi sumber ekonomi bagi warganya.

“Biar sudah, masih jadi masyarakat punya mata pencaharian, dari situ biar jadi tambahan tambahan dapur, beli garam atau apa, karena kalau bikin jembatan juga belum tau jadi atau tidak”, Sambung sekdes Natangkuning, yaknj Ageng saat berada dikediaman kepala Desa pada jumat, 24/09. (Den)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TNI Hadir Untuk Membantu Rakyat

Ming Sep 26 , 2021
Blitar – Melalui TMMD ke-112 Blitar, TNI Yonif 511/DY hadir untuk dapat membantu dan mengatasi kesulitan masyarakat. Hal itu sesuai dengan sumpah mereka sebagai seorang prajurit dan nilai-nilai 8 Wajib TNI yang menjadi pedoman mereka sehari-hari. Berbagai pembangunan infrastruktur dilakukan pelaksanaan TMMD tersebut, mulai dari makadam jalan, pembangunan jembatan bentang […]