HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Kisah Keris Pusaka “Umyang Jimbe”

Views: 106
Read Time:2 Minute, 34 Second

Blitar- Mengenal lebih dalam asal keris umyang yang sudah tersohor tentang pamor dan nilai seninya. Bicara soal keris Umyang, disinilah asal muasal produksi adanya keris tersebut, yaitu bertempat didesa Jimbe kecamatan Kademangan kabupaten Blitar. Terletak di timur perbatasan antara Tulungagung-Blitar kearah timur kurang lebih 1 km kemudian ada jalan masuk keselatan depan kantor desa Jimbe.

Menururut cerita dikisahkan mediang empu Supa sedang mendapat tugas melakukan pencarian keris sengkelat yang hilang, maka mulailah perjalanannya ke barat yang belum juga mendapatkan keris tersebut, kemudian ia menemukan tempat singgah yaitu desa Jimbe kemudian datang wangsit untuk membuat keris dengan nama Umyang yang terkenal itu. Keris ini memiliki ciri khas putut kembar bersinggungan pada pangkal bilah keris. Maka itulah disini pada setiap sasi Suro atau bulan Muharam pasti diadakan jamasan keris-keris pusaka dari berbagai daerah yang selalu dilakukan bertepatan pada hari Kamis malam Jumat legi dikekunaan Umyang Jimbe.

Seperti yang dikatakan oleh juru kunci kekunaan Umyang Jimbe, ki Tunas Waluyo, mengatakan ” asal-usul kekunaan Jimbe itu berasal dari leluhur yang membuat ladang pertanian, menemukan arca-arca itu bernama mbah Porejo waktu babat alas itu menemukan situs-situs ini dan setelah mendapatkan petunjuk situs ini tidak dijadikan satu hanya dibersihkan dan itulah menjadi situs Jimbe. Setelah itu berjalan lama tetap terawat dan setelah tahun 1965 itu memang rusak, dibuang disungai dan dipecahi semua nah setelah tahun 1969 itu baru dinas Purbakala ada penelitian mengacu pada serat negarakertagama diteliti ternyata di Jimbe sudah tidak ada situsnya terus dicari, barulah dikumpulkan pecahan-pecahan batu yang dibuang disungai itu diambil dan dibuatlah tempat ini untuk pengamanan batu-batu itu tahun 1971 ditandai dengan bangunan” katanya.

Mengenai keberadaan keris Umyang Jimbe, kitunas menyampaikan ” Jimbe memang identik dengan keris pusaka Umyangnya, dan untuk kajiannya dibuat pada era Majapahit terakhir yang membuat Empu Supa dalam pencarian pusaka Sengkelat yang hilang nah disitulah dalam perjalanannya kebarat saat di Jimbe inilah menemukan situs itu untuk membuat Umyang. Jadi memang sebelum Empu Supa disini memang sudah ada bangunan untuk pembuatan pusaka-pusaka yang entah siapa empunya terdahulu. Dan disini pernah juga disinggahi prabu Hayam Wuruk untuk melakukan semedi. Dan keberadaan pusaka Umyang Jimbe ini sampai sekarang masih misteri, yang jelas menurut cerita tutur pusaka Umyang jimbe itu mempunyai ciri-ciri kalau dapur Umyang itu memiliki putut kembar yang berarti pendita semedi dua, dan simbulnya adalah kekayaan, ketentraman atau kewibawaan. Kalau disini para pelaku spiritual itu pasti akan merasakan energi yang luar biasa. Untuk juru kunci yang pertama itu bernama mbah Porejo, Kedah, Saijo, Sijam, Sutur, Yet, Jarno, Jombor dan saya” jelasnya panjang lebar, saat didatangi di kekunaan Umyang Jimbe, Minggu (15/08).

Sementara dari mbah Tuwoh selaku sesepuh di desa Jimbe menjelaskan ” dari dulu sebelum saya lahir sudah dijuluki Umyang Jimbe, jadi budaya ini harus kita pertahankan istilahnya diuri-uri jangan sampai budaya asing di leluri dan budayanya sendiri ra diopeni (ditinggalkan) bagi saya ini keliru. Harapan saya dari sekarang sampai nanti kapanpun budaya harus kita pertahankan, jangan sampai pudar ” tuturnya.

Hingga sayapun sebagai penulis, merasakan energi yang sangat kuat saat melihat disekeliling kekunaan atau punden Jimbe ini, dan sesekali sedikit mengheningkan cipta sembari mengucapkan salam. (Son)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dandim 0808/Blitar, Jadikan Momentum Kemerdekaan RepubIik Indonesia Untuk Bangkit

Sen Agu 16 , 2021
  Blitar – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya besuk hari Selasa tanggal 17 Agustus 2021, mari kita selalu bekerja sama, saling bahu membahu demi mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini, dengan bekerja keras untuk membantu dan mensukseskan Program Pemerintah dalam menangani Pandemi […]