HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

LSM LIRA Menduga Proyek Preservasi Jalan Nasional Ada Mafia Anggaran

Views: 249
Read Time:2 Minute, 11 Second

Detektif.co.id_ Kaltim / Samarinda_ Proyek preservasi/perbaikan dan perawatan jalan Nasional secara rutin oleh perwakilan Kementerian PUPR Balai besar pelaksanaan jalan Nasional wilayah II di Kalimantan Timur.

Dengan adanya anggaran yang besar ini tidak membuat kondisi jalan semakin baik, namun kerusakan selalu ada , ini akibat lemahnya pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang mempengaruhi kualiatas proyek dan berpotensi menyebabkan kerugian Negara.

Kucuran dana APBN sejak tahun 2018 hingga 2021 untuk proyek preservasi jalan Nasional yang tersebar di Balai besar pelaksanan Jalan Nasional wilayah II Kaltim sudah mencapai triliyunan rupiah namun tetap saja jalan rusak

Tahun 2021 PT. ALvi Sinar Abadi yang mengerjakan Preservasi jalan Bontang – Simpang Perdau anggaran Rp.13 miliar, sejak bulan Pebruari mendapat Surat Perintah Kerja (SPK) belum menampakan adanya perbaikan secara maksimal, jalan rusak dan berlubang masih ditemukan di titik-titik lokasi pekerjaan.

Arif selaku pelaksana PT. Alvin Sinar Abadi saat dikonfirmasi dilapangan mengatakan, pekerjaan tetap berjalan, sementara karena hujan masih yang rusak- rusak berat ditimbun dengan batu koral agregat dicampur dengan abu batu, sambil menunggu kering nanti dilapisi aspal hotmix , pungkasnya.

Ditempat terpisah Rendi manajer operasional Perusahaan ini saat dihubungi melalui telefon selulernya mengatakan fihaknya tidak mengetahui betul masalah yang ada di Sangatta karena tugasnya mendistribusikan bahan material, dan saya masih urus pekerjaan/subCon di Kutai barat sebagai grup PT. Alvin Sinar Abadi, diakuinya pekerjaan hotmix memang ada tapi tidak tahu dimana titik lokasinya, tuturnya.

Fakta lapangan tidak sesuai apa yang di sampaikan perusahaan, pasalnya saat matrial digelar di jalan yang rusak hanya ber umur 2 minggu saja, selanjutnya kembali rusak dan batu koral berserakan jalan kembali berlubang dan tergenangi air
Pekerjaan sudah berjalan 6 bulan hingga kini masih ditemukan lobang- lobang jalan hingga kedalaman 10cm- 15cm dibiarkan menganga,yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

LSM LIRA DPD Kutai Kartanega (Kukar) Kinibua memberikan tanggapan dan melakukan investigasi ke lapangan kumpulkan data- data kegiatan.

LIRA Kinibua merasa geram setelah melihat kodisi di lapangan, jumlah anggaran yang cukup besar itu tidak efektif tak sesuai dengan tingkat kerusakan jalan .
Kinibua menambahkan , umur proyek paling sedikitnya 5 tahun , baru dibangun bulan depan sudah hancur, tak masuk akal , disinyalir ada mafia anggaran yang bermain, tuturnya

Dengan adanya masalah ini LSM LIRA Kukar telah bersurat kepada Kementerian PUPR dan Menteri Keuangan agar meninjau kondisi dilapangan untuk evaluasi, guna mengantisipasi adanya dugaan proyek yang bukan sekala prioritas.

Selain itu Kinibua telah mengirim surat ke KPK ,Kejaksaan Agung dan Kapolri melaporkan pelaksanaan kegiatan proyek yang diduga bermasalah dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya dan rusak belum pada masanya.

Dengan adanya berita ini diturunkan fihak perwakilan Balai besar pelaksanaan jalan Nasional belum bisa dikonfirmasi, karena kantor selalu berpindah- pindah belum miliki kantor permanen.( budi)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolri Ajak Semua Angkatan Akpol Mempercepat Vaksinasi

Rab Agu 25 , 2021
Jakarta – detektif.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi massal dan bakti sosial alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994 di Gedung Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021).  Kegiatan serbuan vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka Bakti 27 Tahun Pengabdian Alumni Akpol Angkatan 1994. Sigit pun mengapresiasi apa […]