Mediasi Kasus Cebolok Tanpa Dihadiri Kuasa Hukum Warga

Views: 113
Read Time:2 Minute, 0 Second

(kanan) Rohmadi, SE, SH, MH, kuasa hukum dr Setyawan (pengembang PT Mutiara Arteri Property), memberikan keterangan kepada awak media usai mediasi gagal dengan kuasa hukum warga Cebolok di kantor Kelurahan Sambirejo, Semarang, Malam (28/12/2020).

Semarang, detektif.co.id – Mediasi yang difasilitasi oleh Lurah Sambirejo, antara warga yang menempati lahan cebolok, dengan kuasa hukum Sugiyono, SE, SH, MH dan pengembang (dr Setyawan) dengan kuasa hukum Rohmadi, SE, SH, MH di kantor Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Senin (28/12/2020) jam 19.00 WIB, berjalan tidak sesuai harapan.

Pasalnya, menurut Rohmadi, kuasa hukum warga yang menempati lahan cebolok, tidak hadir dalam mediasi tersebut.

“Setelah ditunggu beberapa lama, kuasa hukum warga ditelpon oleh Pak Lurah. Namun dijawab tidak bisa hadir, dengan alasan karena ada kepentingan lain. Padahal, pernyataannya di media online menyebut, kami yang belum siap. La trus yang tidak siap itu siapa?,” terang Rohmadi dengan nada tanya kepada awak media, di kantor Kelurahan Sambirejo, usai agenda mediasi Senin malam (28/12/2020).

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Rohmadi, hadir beberapa instansi terkait yang berkompeten dalam sengketa tanah Cebolok. Selain Lurah Sambirejo, hadir pula dari Polresrabes Semarang. Yang bertujuan sebagai pengamanan dalam sengketa tanah tersebut.

“dr Setyawan hadir pula. Dengan membawa bukti asli sertifikat HM, tanah Cebolok yang ditempati warga. Tapi karena kuasa hukum warga tidak hadir, ya dibawa pulang dr. Setyawan lagi. Sempat dicek keasliannya tadi, oleh Ipda Susetyo Budi, Kasubnit Intel Polrestabes Semarang,” jelas Rohmadi.

Disampaikan pula oleh Rohmadi, bahwa pihaknya telah melakukan somasi kepada beberapa warga yang sudah menerima tali asih dan menandatangani pernyataan siap membongkar bangunan serta meninggalkan tanah yang ditempati, tapi melakukan unjuk rasa penolakan.

Baca Juga :  Шизофреники, детское порно и отрезанные головы

“Kurang lebih ada 40-50 orang sudah kita somasi, agar segera meninggalkan tanah yang ditempati sekarang. Karena sudah 90% lebih, warga sudah terima tali asih. Dari 224 jumlah warga, sudah 206 yang menerima tali asih dan menandatangani pernyataannya,” tandas Rohmadi.

Walaupun pemberian tali asih bukan kewajiban pemilik tanah yang sah, imbuhnya, namun karena rasa kemanusiaan tali asih atau kerohiman tersebut diberikan.

Oleh sebab itu, untuk memberikan toleransi kepada warga, ke depan akan mengajukan lagi surat permohonan kepada Camat Gayamsari, untuk diagendakan ulang mediasi dengan pihak warga yang menempati tanah Cebolok atau melalui kuasa hukumnya.

“Akan kami buat surat permohonan ke Camat Gayamsari untuk difasilitasi kembali, mediasi dengan warga Cebolok. Nanti jika sudah ada keputusan dari Camat Gayamsari, kapan diagendakan mediasi ditetapkan, akan kami informasikan kepada teman-teman media,” pungkas Rohmadi. (Syailendra)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Next Post

Polsek Rajapolah Polres Tasikmalaya Laksanakan Pengamanan Penyaluran BPUM di Unit BRI

Sel Des 29 , 2020
Tasikmalaya, detektif.co.id – Jajaran Polsek Rajapolah Polres Tasikmalaya Jawa barat melaksanakan kegiatan patroli dan pelayanan keamanan untuk Harkamtibmas di objek vital kantor Unit BRI Rajapolah yang sedang melaksanakan pendistribusian Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM), Selasa (29/12 2020) di kantor Unit BRI Rajapolah. Kapolsek AKP Dede Darmawan, SH menyampaikan bahwa dalam […]
detektif.co.id