HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Olala,Program Irigasi Dan Pengairan Di Kelompok Tani Sumber Rejeki, Di Kelurahan Parit Culum 1 Terkesan Mubajir Dan Tanpa Azas Manfaat

Views: 83
Read Time:5 Minute, 34 Second

TanjabTim,(detektif.co.id)-Antisipasi dampak perubahan iklim yang terjadi pada musim kemarau sangatlah penting dilakukan, salah satu diantaranya adalah peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam pemahaman perubahan iklim serta penerapan teknologi adaptasi/mitigasi perubahan iklim.

Sebagai bentuk upaya dalam menyikapi kondisi alam tersebut diperlukan pengembangan upaya antisipasi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan tanaman karena tanaman yang paling rentan terhadap perubahan iklim ekstrem. Beberapa hal yang berkaitan dengan antisipasi yang penting dilakukan adalah pengembangan infrastruktur terutama jaringan irigasi.

Irigasi adalah upaya menyediakan, mengatur dan membuang air untuk menunjang pertanian. Jenis irigasi meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Sistim irigasi ini bertujuan untuk mempermudah dalam pengairan lahan pertanian karena air merupakan salah satu faktor penting bagi para petani untuk mewujudkan hasil panen yang melimpah. Sulitnya air di musim kemarau yang panjang membuat saluran irigasi menjadi berkurang yang berakibat banyaknya sawah yang tidak teraliri air.

Bahkan tidak sedikit para petani yang rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan air demi kelancaran irigasi lahan pertaniannya, seperti kelompok tani Sumber Rezeki di Kelurahan Parit Culum Satu Kecamatan Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Di tahun 2019 silam kelompok tani Sumber Rezeki ini mendapatkan kucuran Dana untuk pembuatan sumur bor dan irigasi, tentu nya semua itu bertujuan  untuk mempermudah kelompok tani untuk mendapatkan air untuk komsumsi lahan persawahan kelompok tani tersebut. Nah ketika bantuan sumur bor itu tidak berfungsi dengan semesti nya, dan bahkan aset (mesin pompa air-red) yang Dana nya bersumber dari uang Negara raib dari tempat nya , tentu ini menjadi persoalan yang amat serius, di samping pertanggung jawaban ketua kelompok, dan tentu petani akan kesulitan untuk mendapatkan air.

Supri sebagai Ketua kelomook tani Sumber Rezeki saat dikomfirmasi via tlp celluler nya memberi penjelasan dengan plin plan, ia mengatakan bahwa program proyek pembuatan sumur bor itu di antara tahun 2018 dan 2019.

Disinggung soal mesin tidak ada di tempat, Supri menjelaskan bahwa mesin tersebut dibawa pulang.

‘’ mesin nya saya angkut ke rumah dipertengahan tahun 2020, kemaren itu banyak dicuri orang alat nya, dari pada habis mesin nya, isi dalam nya sudah di preteli tu pak, lebih enak di bawa balik.’’ Jelasnya.(Kamis,15/07/2021).

Ditanya kelompok tani nya, aktif apa gak nya, Supri seperti orang kebingungan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan media ini.

‘’ mulai gak aktif nya kelompok tani kita di tahun 2019, sekarang ni lagi anu keperkebunan, yaitulah…yang lahan pertanian nya itu di sewakan ke masyarakat, lahan nya masih ada, dari pada kosong di sewakan,

Supri bahkan kebingungan sumber Dana nya dari mana, dan pagu dana nya berapa dengan alasan lupa, dan ia juga menyebutkan bahwa PPL nya buk Mike.

‘’ kurang tau saya pak, kalau gak salah Dana nya 150.000.000 (seratus lima puluh juta) lupa pak. Dana nya kalau gak salah APBN, PPL dan Kadis pertanian pak Narno turun kok ngcek kelokasi di tahun 2019.’’ Pungkas Supri.

Kepada awak media (detektif.co.id),Berbeda dengan pernyataan Mike selaku PPL saat dikomfirmasi, Mike mengatakan proyek kegiatan sumur bor itu di antara tahun 2017 dan 2018.

‘’ di tahun itu masih ada kegiatan, dia bukan tidak aktif, dia  memang tidak full, tapi kegiatan penanaman tetap ada di lahan itu,’’ Ujar Mike.

Mike juga menyebutkan di februari 2021 sudah tidak lagi jadi PPL Kelurahan Parit Culum Satu,ujarnya mengakhiri.(Rano)

Olala,Program Irigasi Dan Pengairan Di Kelompok Tani Sumber Rejeki, Di Kelurahan Parit Culum 1 Terkesan Mubajir Dan Tanpa Azas Manfaat

TanjabTim,(detektif.co.id)-Antisipasi dampak perubahan iklim yang terjadi pada musim kemarau sangatlah penting dilakukan, salah satu diantaranya adalah peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam pemahaman perubahan iklim serta penerapan teknologi adaptasi/mitigasi perubahan iklim.

Sebagai bentuk upaya dalam menyikapi kondisi alam tersebut diperlukan pengembangan upaya antisipasi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan tanaman karena tanaman yang paling rentan terhadap perubahan iklim ekstrem. Beberapa hal yang berkaitan dengan antisipasi yang penting dilakukan adalah pengembangan infrastruktur terutama jaringan irigasi.

Irigasi adalah upaya menyediakan, mengatur dan membuang air untuk menunjang pertanian. Jenis irigasi meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Sistim irigasi ini bertujuan untuk mempermudah dalam pengairan lahan pertanian karena air merupakan salah satu faktor penting bagi para petani untuk mewujudkan hasil panen yang melimpah. Sulitnya air di musim kemarau yang panjang membuat saluran irigasi menjadi berkurang yang berakibat banyaknya sawah yang tidak teraliri air.

Bahkan tidak sedikit para petani yang rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan air demi kelancaran irigasi lahan pertaniannya, seperti kelompok tani Sumber Rezeki di Kelurahan Parit Culum Satu Kecamatan Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Di tahun 2019 silam kelompok tani Sumber Rezeki ini mendapatkan kucuran Dana untuk pembuatan sumur bor dan irigasi, tentu nya semua itu bertujuan untuk mempermudah kelompok tani untuk mendapatkan air untuk komsumsi lahan persawahan kelompok tani tersebut. Nah ketika bantuan sumur bor itu tidak berfungsi dengan semesti nya, dan bahkan aset (mesin pompa air-red) yang Dana nya bersumber dari uang Negara raib dari tempat nya , tentu ini menjadi persoalan yang amat serius, di samping pertanggung jawaban ketua kelompok, dan tentu petani akan kesulitan untuk mendapatkan air.

Supri sebagai Ketua kelomook tani Sumber Rezeki saat dikomfirmasi via tlp celluler nya memberi penjelasan dengan plin plan, ia mengatakan bahwa program proyek pembuatan sumur bor itu di antara tahun 2018 dan 2019.

Disinggung soal mesin tidak ada di tempat, Supri menjelaskan bahwa mesin tersebut dibawa pulang.

‘’ mesin nya saya angkut ke rumah dipertengahan tahun 2020, kemaren itu banyak dicuri orang alat nya, dari pada habis mesin nya, isi dalam nya sudah di preteli tu pak, lebih enak di bawa balik.’’ Jelasnya.(Kamis,15/07/2021).

Ditanya kelompok tani nya, aktif apa gak nya, Supri seperti orang kebingungan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan media ini.
‘’ mulai gak aktif nya kelompok tani kita di tahun 2019, sekarang ni lagi anu keperkebunan, yaitulah…yang lahan pertanian nya itu di sewakan ke masyarakat, lahan nya masih ada, dari pada kosong di sewakan,

Supri bahkan kebingungan sumber Dana nya dari mana, dan pagu dana nya berapa dengan alasan lupa, dan ia juga menyebutkan bahwa PPL nya buk Mike.

‘’ kurang tau saya pak, kalau gak salah Dana nya 150.000.000 (seratus lima puluh juta) lupa pak. Dana nya kalau gak salah APBN, PPL dan Kadis pertanian pak Narno turun kok ngcek kelokasi di tahun 2019.’’ Pungkas Supri.

Kepada awak media (detektif.co.id),Berbeda dengan pernyataan Mike selaku PPL saat dikomfirmasi, Mike mengatakan proyek kegiatan sumur bor itu di antara tahun 2017 dan 2018.

‘’ di tahun itu masih ada kegiatan, dia bukan tidak aktif, dia memang tidak full, tapi kegiatan penanaman tetap ada di lahan itu,’’ Ujar Mike.

Mike juga menyebutkan di februari 2021 sudah tidak lagi jadi PPL Kelurahan Parit Culum Satu,ujarnya mengakhiri.(Rano)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Langgar PPKM, Pemilik Cafe Yang Langgar PPKM Dipenjara Satu Sel dengan Pelaku Kriminal di Lapas Tasikmalaya

Jum Jul 16 , 2021
Tasikmalaya detektif.co.id–Seorang terpidana dengan kurungan 3 hari sesuai vonis sidang tindak pidana ringan (Tipiring)dari kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Kamis (15/07/2021). Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Davi Bartian mengakui, pihaknya telah menerima Asep Lutfi Suparman (23), seorang terpidana dengan kurungan 3 hari sesuai vonis sidang tindak pidana […]