HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Ormas GERAK Menyayangkan SD Negeri 77 Kota Bengkulu Ada Dugaan Pungutan Diluar Ketentuan

Views: 399
Read Time:2 Minute, 2 Second

Bengkulu detektif – 06/08/21 – Berdasarkan keterangan informasi orang tua Siswa,  pihak SD Negeri 77 Kota Bengkulu di duga melakukan pungutan diluar ketentuan kepada sejumlah siswa.

Beberapa wali murid saat mendatangi Sekretariat Media detektif dan Putra Bhayangkara Perwakilan Bengkulu, bahwa dalam penerimaan siswa kelas 1 di SDN 77 tahun ini pihak Komite dan dewan guru memungut biaya sebesar Rp. 150.000/Siswa- dengan rincian 100.000 untuk uang bangunan dan 50.000 untuk uang lelah ungkap salah satu wali murid
Di samping itu SDN 77 juga memungut uang Les terhadap siswa sebesar Rp. 10.000,- per siswa untuk sekali pertemuan dan untuk satu minggu di lakukan tiga kali pertemuan termasuk penjualan Buku LKS dirumah salah satu oknum guru sebesar Rp. 145.000 per paket/per semester, keterangan wali murid.

Wali murid mendatangi sekretariat awak media detektif  berharap pihak SDN 77 Kota Bengkulu agar diusut tuntas terkait adanya dugaan pungutan tersebut”, apa lagi ini masa pandemi Covid 19, terang salah satu Wali Murid.

Ketika awak media konfirmasikan kepada Kepsek SDN 77 Yorsa Nengsih. M. Mpd, Jum,at/06/08/21 yang di dampingi Ketua Komite Ardi ia mengatakan, “Saya selaku kepala sekolah tidak pernah melakukan pemungutan sejumlah dana seperti apa yang disampaikan beberapa wali murid termasuk uang les. Dan jika hal itu terjadi, kemungkinan dilakukan pihak dewan guru dan komite sekolah “, dalih Yorsa ningsi .

Sementara itu Ketua Komite SDN 77 Ardi mengatakan, bahwa “Pungutan itu telah melalui mekanisme dan sudah meminta koordinasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, ujarnya.

Menurut pandangan ketua Ormas GERAK Provinsi Bengkulu Suharman, yang berada di sekretariat media detektif, Terkait kegiatan les yang di lakukan oleh SDN 77 Kota Bengkulu sangat bertentangan dengan surat edaran wali kota nomor 360/22/BPBD/2021  tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan penghentian kegiatan yg bersifat keramaian atau kerumunan. Dimana salah satunya bunyi surat edaran tersebut tercantum pada Poin 3, Kegiatan belajar dan mengajar PAUD/TK, SD ,SMP , SMA sederajat dan perguruan tinggi di wilayah kota Bengkulu di lakukan secara daring atau online.

Ketua Ormas GERAK Prov. Bengkulu Suharman,  menyesalkan kegiatan tersebut apalagi saat ini kita lagi dilanda Pandemi virus covid 19 dan bertentangan dengan Permendikbud no 75 Tahun 2016 pada pasal 12 yang berbunyi ; dilarang mengadakan pungutan kepada wali murid dan penjual buku dalam bentuk apapun.

Dalam waktu dekat ketua ormas GERAK Prov.Bengkulu Suharman akan melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait adanya dugaan pungli di SDN 77 kota Bengkulu. ( SR-Tim MPB /Detektif  Bengkulu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Baksos 1000 Paket Sembako Dibagikan Grup 1 Kopassus Door To Door di Desa Binaan

Sab Agu 7 , 2021
detektif.co.id, Kota Serang (Banten) – Grup 1 Kopassus melaksanakan bakti sosial secara door to door sebagai wujud peduli sesama dimasa pandemi Covid-19, di wilayah desa binaan Grup 1 Kopassus, Jum’at (06/08/2021). Grup 1 Kopassus melaksanakan kegiatan bakti sosial sekaligus kegiatan jumat berkah dengan pemberian 1.000 paket sembako secara door to […]