Partai Gerindra Laporkan Pembuat Berita Hoax Ke Polda Kalbar

0
217

Pontianak Kalbar – Pengurus Partai Gerindra Kalbar membuat pengaduan resmi ke polisi terhadap seseorang yang menurutnya membuat berita hoax (berita bohong, red) sehingga berakibat merugikan nama baik partainya.

Sejumlah pengurus Partai Gerindra, yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar antara lain H. Syarif Ishak Ali Almutahar, S.Sos, M.Si , Ir.H. Syuriansyah dan Yuliana SPd, Jumat pagi (28/05/21), tampak mendatangi kantor Polda Kalbar untuk mempertanyakan sejauhmana laporan pengaduan pencemaran nama baik Partai Gerindra dari berita hoax tersebut.

Sebelumnya sempat viral munculnya berita yang menyebut nyebut adanya dugaan korupsi dalam bisnis BBM. Dalam berita tersebut “menyeret” nama petinggi partai Gerindra Kalbar.

Yuliana usai menemui petugas kepolisian Polda Kalbar, menjawab pertanyaan wartawan membenarkan bahwa pihaknya telah melaporkan seseorang dengan aduan pencemaran nama baik partai.

Menurut Yuliana, pengaduan mereka telah diterima pihak kepolisian, namun , tambahnya, masih dalam tahap proses penyelidikan. “Polisi akan minta penjelasan dari ahli bahasa, ahli pidana dan ahli ITE”, ungkap Yuliana.

Yuliana menambahkan akan menunggu proses hukum dari kepolisian. “Sebab kami merasa nama baik partai kami di cemarkan dengan berita hoax”, pungkasnya.

“Jangan membawa bawa nama partailah, kalaupun ada laporan atau berita itu adalah perbuatan person bukan perbuatan partai, kami para pengurus dan anggota Gerindra Kalbar tidak terima atas berita hoax tersebut”, tandasnya.

Ketua partai Gerindra Kalbar, Yuliansyah kepada wartawan yang menghubunginya membenarkan adanya laporan terhadap pembuat berita hoax tersebut. “Kami masih menunggu proses hukum dari pihak kepolisian”, ungkapnya.

Yuliansyah menekankan, bahwa direktur perusahaan tersebut adalah Beni. “Jadi tak ada sangkut pautnya dengan saya. Sebab saya hanya sebagai komisaris dari perusahaan tersebut”, jelasnya lagi.

Baca Juga :  Seorang Karyawati Salah Satu Garmen di Kota Tasikmalaya Meninggal di Kamar Kos Dengan Kondisi Setangah Bugil

Dia meyakini persoalan ini sudah berbau politik, sebab sudah membawa bawa nama partai. “Saya mengharapkan dengan laporan kepolisi ini masalahnya biar jelas terang benderang”, (Sabirin)