HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Penerima BST di Ciawi Berinisiatif Sumbangkan Rp100.000 Bagi Warga tak Mampu yang Tak Terima Bantuan dari Pemerintah

Views: 79
Read Time:3 Minute, 22 Second

Tasikmalaya detektif.co.id–Warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berinisiatif menyisihkan uang Rp100.000 dari tiap orang penerima, untuk diberikan kembali kepada warga tak mampu lainnya yang selama ini tak dapat bantuan dari pemerintah.

 

Tercatat sebanyak 30 orang penerima BST di wilayah tersebut sepakat bersama untuk memberikan Rp100.000 dari jumlah bantuan Rp 600.000 per orangnya, kepada warga di sekitarnya yang sama-sama tak mampu namun tak mendapatkan bantuan.

 

Menurut salah seorang Warga yang.menerima BST Yuyu (60) Warga desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi Kab Tasikmalaya mengatakan, Uang terkumpul.Rp 3 juta Rupiah dari penerima BST lalu dibagikan ke warga tak mampu, yang tidak menerima BST. Setiap orangnya mendapatkan Rp 50.000.

 

“Saya penerima BST. Kata siapa ada pemotongan BST Pak?,” kata Yuyu Jumat (06/08/2021).

 

Ia menambahkan, “Itu yang Rp 100 ribu Rupiah hasil keridhoan atau keikhlasan saya dan semuanya untuk diberikan ke warga tak mampu lainnya yang tak menerima. Alasannya, saya malu kenapa kami menerima, sementara yang lainnya di sekitar kami tidak menerima,” tambah Yuyu,

 

Ia mengaku kaget karena inisiatif dirinya bersama penerima lainnya dikabarkan sebagai pemotongan Rp100.000 dan bahkan ada warga penerima hasil urunan datang ke rumahnya untuk mengembalikan uang tersebut. Soalnya, penerima uang hasil urunan para penerima BST jadi ketakutan dan khawatir akan menjadi masalah karena dikabarkan sebagai pungutan liar alias pungli. Padahal, hasil penyisihan Rp100.000 dari para penerima BST di desanya tersebut wujud keikhlasan dan keridhoan pribadi para penerima ingin berbagai dengan warga tak mampu lainnya yang tak mendapatkan bantuan pemerintah.

 

 

Saya kaget Pak, kemarin penerima hasil urunan kita secara ikhlas datang ke rumah. Katanya mau mengembalikan uang hasil urunan kami para penerima BST. Kata saya, kenapa dikembalikan? Kami ikhlas kok. Tapi, katanya takut karena diberitakan pungli. Saya jelaskan bahwa ikhlas dan bukan potongan supaya mereka tenang, kasihan,” terang yuyu.

 

Hal sama diungkapkan penerima BST lainnya di desa tersebut, Enur (45), yang mengaku tidak ada potongan atau pungli bagi penerima bantuan masyarakat. Dirinya mengaku ikhlas dan semua sepakat para penerima BST menyisihkan Rp100.000 bagi warga tak mampu lainnya di desanya. “Sama saya juga menerima BST. Itu bukan potongan paksa atau pungli, itu hasil inisiatif kami memberikan Rp100.000 untuk warga lainnya.

 

Dalam kesepakatan itu semua hasil urunan dititipkan ke Pak RT dan sudah dibagikan ke penerima tak mampu lainnya yang tak dapat BST dari pemerintah. Jadi bukan paksaan Pak,” tutur Enur.

 

Hal itu dibenarkan, Kepala Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Cece Permana, yang mengaku mendapatkan informasi adanya para penerima BST dipotong Rp100.000 per orangnya. Dirinya pun langsung mengecek langsung ke tiap rumah penerima dan ternyata itu bukan pungli dan bentuk insiatif warga berbagi ke warga tak mampu lainnya yang tak menerima bantuan pemerintah. Hasil urunan penerima BST itu telah dibagikan oleh Ketua RT dan RW setempat ke 60 warga tak mampu lainnya yang tak menerima bantuan pemerintah dengan masing-masing kebagian Rp50.000. “Saya juga kaget awalnya, saya langsung cek ke tiap rumah warga penerima. Ternyata itu hasil insiatif bersama para penerima secara ikhlas menyisihkan uang Rp100.000 per orangnya. Jadi bukan paksaan, pungli ataupun potongan lainnya. Hasil urunan itu dibagikan lagi ke para warga tak mampu yang selama ini tak menerima bantuan,” kata Cece.

 

Sementara itu, Kapolsek Ciawi Polresta Tasikmalaya, Kompol Setyana, membenarkan bahwa kabar adanya pungli bagi penerima BST di Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, adalah informasi hoaks alias bohong. Setelah hasil penelusuran ke semua penerima BST, ternyata uang Rp100.000 dari para penerima yang terkumpul dari 30 orang tersebut hasil inisiatif keikhlasan bersama yang dilakukan secara spontan.

 

Justru kasihan para penerima warga tak mampu hasil urunan para penerima BST itu jadi ketakutan dan hendak mengembalikan kembali uang pemberian penerima BST. Namun, setelah dijelaskan oleh para penerima BST bahwa itu adalah ikhlas berbagi dan bukan potongan, warga tak mampu lainnya tak kebagian BST pun menjadi tenang. “Kita sudah terlusuri, dan ternyata ada informasi dan pemberitaan potongan itu tak sesuai fakta di lapangan. Itu murni keikhlasan para penerima BST,” singkatnya (AR)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Cegah Penyebaran Covid-19, Babinsa Laksanakan Penyemprotan Disinfektan

Jum Agu 6 , 2021
Blitar- Berbagai usaha dan upaya untuk memutus dan mencegah penyebaran Covid-19 sudah dilakukan, baik dengan melaksanakan Patroli Yustisi dan memberikan himbauan serta penyemprotan Disinfektan. Seperti yang dilaksanakan oleh Babinsa Koramil Tipe B 0808/20 Sananwetan Sertu Salekan, bekerja sama dengan Perangkat Desa, Anggota Polsek dan warga masyarakat melaksanakan penyemprotan Disinfektan guna […]