HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Penerima PKH dan BPNT Tidak Tepat Sasaran, Libatkan RT dan RW Dalam Pendataan

Views: 22
Read Time:1 Minute, 40 Second

Tasikmalaya detektif.co.id–Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tambahan, dinilai kurang tepat sasaran. seperti yang terjadi di Bojong tritura RW 19 Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya,

Di wilayah tersebut, tidak sedikit penerima program yang secara ekonomi mapan mapan dan tapi mendapat bantuan tersebut.

Hal ini diakui Ketua RW 19 Bojong tritura U Dani Darsono Menurutnya, PKH dan BPNT tambahan tentunya sangat dinantikan masyarakat dan sangat bermanfaat bagi mereka. Namun, data penerimanya kurang valid. Sehingga terkesan kurang tepat sasaran.

“Tidak sedikit penerima PKH dan BPNT tambahan sudah mapan masih terdata. Sehingga perlu adanya evaluasi dan pendataan ulang dari pihak terkait,” pinta Dani darsono Jumat ( 19 /02/2021).

Ia menjelaskan, pihak RT dan RW yang berhadapan langsung dengan masyarakat hanya dijadikan “tameng” dari program yang digulirkan Pemerintah.

Sebenarnya bagi kami dilema dengan adanya program PKH dan BPNT. Artinya, kalau tidak dilaksanakan terkesan kurang peduli terhadap program tersebut. Jika dilaksanakan, nyatanya kurang tepat sasaran.

Masyarakat yang tidak mendapatkan program datang ke RT RW untuk menanyakan. Meski sudah ada data penerima, tetap saja RT dan RW yang menjadi sasaran masyarakat,” jelas Dani Darsono.

Ia menambahkan, data penerima program bantuan tersebut ada yang mapan dan ada yang sudah benar benar mapan

“Saya sering kali berdialog dengan pendamping PKH, namun tetap saja belum ada perubahan data penerima. Diharapkan pendataan berkala dengan melibatkan RT dan RW dan diharapkan pendamping PKH atau BPNT kordinasi dulu dengan RT dan RW jangan asal mendata tanpa melibatkan Pihak RT RW.” harapnya.

Senada dikatakan Ketua RT 02 Rw 19 , Julel, Dirinya mengaku, sangat kebingungan saat menghadapi masyarakat yang tidak mendapatkan program tersebut. “Masyarakat yang semestinya dapat, tapi tak dapat. Begitu pun sebaliknya. Maka, harus melibatkan RT dan Rw dalam pendataan,” ungkap Julel.

Dikatakan Julel, PKH dan BNPT tambahan sangat membantu masyarakat yang memerlukan. Tapi bila tak ada perubahan pada data penerima, maka sangat disayangkan.

“Diharapkan, perubahan data penerima segera dilakukan pihak terkait dengan melibatkan RT/RW dan desa. Agar penerima program benar-benar yang berhak mendapatnya,” pungkas Julel. (AR)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Seorang Bidan Asal Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya Laporkan Suaminya ke Polisi Dengan Dugaan KDRT

Jum Feb 19 , 2021
Tasikmalaya, detektif.co.id–Akibat cemburu buta yang berlebihan, seorang bidan asal Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya berinisial SA (35) mendapatkan perlakukan kasar dari suaminya, FMN. Tidak hanya dipukul, korban bahkan sempat diseret dan disundut oleh api rokok hingga mengakibatkan luka. Perbuatan FMN bahkan dilakukan di depan dua anak korban yang berada di rumah. […]