HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Pengadilan Negeri Bobong Putuskan Tiga Perkara Pidana, 2 Narkotika

Views: 33
Read Time:2 Minute, 0 Second

Taliabu, Detektif. Co. Id – Pengadilan Negeri Kelas 2 Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Malut, kembali memutuskan tiga perkara pidana dalam sidang yang digelar selasa, 25/05/2021 hari ini . Tiga perkara yang diputuskan PN Bobong yaitu penyalahgunaan narkotika jenis sabu serta satu perkara penganiayaan.

Untuk Narkotika, Pengadilan Negeri Bobong memutus 2 Terdakwa, yakni Arki Serta Rusdianto. Kedua Terdakwa mendapat putusan sanksi pidana yang berbeda, dimana, terdakwa Arki diputus dengan kurungan 2 tahun Penjara, sementara Rusdianto dijatuhkan hukuman selama satu tahun setengah.

Menurut Willy Marsaor, SH, yakni Hakim di PN Bobong, Perbedaan putusan yang diterima kedua terdakwa adalah, terdapat klasifikasi kasus, dimana salah satu terdakwa merupakan penyedia “Yang satu berat karena dia yang menyediakan, sementara yang lainnya itu satu tahun setengah,” Jelasnya kepada Detektif.co.id.

Sementara, dalam Fakta Persidangan, Hakim menyebut bahwa Terdakwa Arki membeli Barang haram itu dari salah seorang pengedar di Kota Luwuk (Sulawesi Tengah) ” Itu dibeli dari salah seorang pengedar diluwuk, yang kini masuk dalam daftar DPO, namun Salah satu Terdakwa membeli untuk digunakan sendiri, jadi kategorinya pengguna” Tandas Willy di kantor Pengadilan.

Kendati sudah membacakan pledoi untuk dilakukan rehabilitasi oleh Penasehat hukum masing masing, namun itu tidak merubah tuntutan jaksa terhadap kedua terdakwa dengan kurungan penjara karena menurut Hakim, perkara tersebut sudah dalam berita acara Asesmen BNN Maluku Utara tentang Peredaran gelap Narkotika.

“Masing masing penasehat hukumnya mengajukan rehabilitasi, tapi setelah majelis hakim mempelajari berkas, didalam berita acara asesment BNN Mauluku Utara, mereka berdua ini terlibat dalam peredaran gelap Narkotika, makanya permintaan rehabilitasi tidak dikabulkan oleh majelis Hakim, jadi beratnya karna itu, mereka ini terlibat dalam peredaran gelap Narkotika” Ungkapnya.

Meski demikian, hukuman yang diterima oleh keduanya dipandang lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya, yang mana untuk Arki dituntut 2,8 tahun (dua tahun delapan bulan) namun diputus 2 tahun, sementara Terdakwa atas nama Rusdianto yang sebelumnya dituntut 2 tahun kurungan menjadi 1,6 tahun (satu tahun setengah) dalam putusan hakim.

“Masing masing lebih ringan 6 bulan, yang sebelumnya Arki dituntut 2 tahun 8 bulan tapi hakim putus 2 tahun, sedangkan Rusdianto ini dituntut 2 tahun oleh jaksa, namun diputus 1 tahun 6 bulan” jelasnya

Sementara, untuk putusan lainnya dijatuhkan kepada Julianus khumagap terdakwa kasus penganiayaan yang terjadi didesa Kilo, “Untuk perkara penganiayaan itu diputus 3 bulan, percobaan 6 bulan, artinya dia tidak perlu menjalani pidana 3 bulan ini selama percobaannya 6 bulan, kecuali dia melakukan lagi baru dia masuk” Tutup willy, Selasa, 25/05 siang (Deni)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kelima Kalinya, Pemkab Polewali Mandar Raih Opini WTP dari BPK-RI Perwakilan Sulawesi Barat

Sel Mei 25 , 2021
POLMAN – Kabupaten Polewali Mandar Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Penyerahan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan – Republik Indonesia (BPK–RI) Perwakilan Sulawesi Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Polewali Mandar tahun anggaran 2020, secara Daring via Zoom dan Luring, bertempat di Aula Sipamandaq, Selasa […]