HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Program P3A Diborongkan, dan Dimonopoli Oleh Ketua Kelompok Tani, LSM Somasi Akan Laporkan ke APH

Views: 51
Read Time:1 Minute, 56 Second

 

Tanjabtim. (detektif.co.id) – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dengan sumber Dana APBN tahun 2021 dengan Pagu Dana seratus sembilan puluh lima juta rupiah  (195.000.000) di Kelurahan Teluk Dawan Kecamatan Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi  yang di kerjakan secara swakelola dengan sistem Harian Orang Kerja (HOK) di duga borongkan dan di monopoli  oleh ketua kelompok tani, Sumirat dapat sorotan dari LSM SOMASI.

Pasal nya pekerjaan penggalian saluran air irigasi lahan persawahan kelompok tani Usaha Mandiri dengan panjang 6811 di borongkan kepada pekerja yang notabene anggota kelompok tani usaha mandiri dengan upah sepuluh ribu permeter (10.000/m). Tentu ini sangat bertentangan dengan juknis juklak  pekerjaan tersebut

Seperti yang di tayangkan berita sebelum nya, bahwa kegiatan P3A yang di kerjakan kelompok tani Usaha Mandiri di borongkan 10.000/meter.

Sekretaris LSM Somasi Jhontravolta yang akrab di sapa Jhon Tiger sangat menyangkan hal ini terjadi. Ia mengatakan akan melaporkan perihal ini kepada APH, setelah data-data nya otentik. Minggu. (26/09/2021).

” Kita sangat menyangkan hal ini terjadi, karena yang nama nya swakelola itu tentu nya di harian kan atau yang sering kita sebut HOK, seperti yang di sampaikan sebelum nya oleh ketua kelompok tani Usaha Mandiri, Sumirat, dengan upah harian 120.000/perorangan. Dan kita juga sudah turun kelapangan dan komfirmasi ke pihak pengurus kelompok petani Usaha Mandiri, dan apa yang di sampaikan oleh ketua kelompok tani Usaha Mandiri itu sangat bertolak belakang, fakta nya memang benar di borongkan, kalau kita kalkulasi dengan upah borongan permeter dengan volume kegiatan, itu sangat jauh berbeda selisih nya dengan jumlah pagu Dana kegiatan, tentu ini sudah jauh melenceng dari juknis juklak nya.” Jelas Jhon.

” Rp10.000  X 6.811, itu baru 68.110.000, jadi sisa nya kemana, tentu ini butuh pendalaman yang lebih jauh, dan kita lagi mengumpulkan data-data lapangan, dalam waktu yang dekat, kami dari LSM Somasi akan melaporkan ke APH, dan kita juga pertanyakan tupoksi pendamping nya.” Tambah Jhon.T.

Terpisah, Rijal selaku Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), di kegiatan P3A kelompok tani Usaha Mandiri saat dikomfirmasi via whatsApp menjelaskan, bahwa kegiatan P3A kelompok tani Usaha Mandiri sudah sesuai juknisnya. Disinggung soal juknis dan cara pelaporan harian nya, sebagai TPM, Rijal tak membalas dan enggan memberikan informasi, terkesan menghindar dari beberapa pertanyaan awak media ini.(Rano)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satgas TMMD Kodim 0808/Blitar Hampir Selesaikan Pembangunan Jembatan

Ming Sep 26 , 2021
Blitar – Semangat gotong royong dan kerja keras Satgas TMMD ke 112 TA 2021 Kodim 0808/Blitar, semakin terlihat kemajuannya. Kini pengerjaan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua Desa, antara Desa Pakisaji dan Desa Kebonsari tersebut hampir rampung. Agar pembangunan jembatan lebih optimal, pengawas Satgas TMMD Kodim 0808/Blitar Kapten Czi Kasdi rutin […]