HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Program P3A Diduga Dimonopoli dan Diborongkan Oleh Ketua Kelompok Tani Usaha Mandiri

Views: 72
Read Time:1 Minute, 57 Second

Tanjabtim, (Detektif.co.id) – Dalam rangka meningkatkan taraf hidup Masyarakat, terutama Petani, Pemerintah melalui program P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) telah menggelontorkan dana Dari (APBN),untuk pembangunan saluran air yang menuju ke persawahan dengan tujuan untuk memudahkan Petani dalam bercocok tanam sehingga dapat menghasilkan panen yang maksimal dan berkualitas, sesuai dengan tekhnis, dan proyek ini dikerjakan secara Padat Karya Tunai.

Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWWS) ini di kerjakan dengan cara Swakelola, tentunya dengan maksud dan tujuan untuk penyerapan tenaga kerja sekitar lingkungan kegiatan sebagai penerima manfaat, apalagi dimasa pandemi Covid-19 banyak sekali warga yang membutuhkan penghasilan tambahan.

Dalam program ini, warga setempat termasuk para petani bersama-sama mengerjakan saluran irigasi di dampingi oleh para Tenaga Pendamping (TPM),
Pembangunan yang berlokasi di RT 06,Rw03 Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur. yang sudah sampir selesai 100% dengan panjang 6811meter.

Sumirat ketua kelompok tani P3A Usaha Mandiri saat dikomfirmasi di kediaman nya menjelasakan bahwa dari  keselurahan kegiatan terdapat dua jenis galian irigasi dengan kedalaman 60cm lebar 60cm,   dan yang item satu nya lagi dengan kedalaman 60cm lebar 80cm, tentu sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Sabtu, (25/09/2021).

” Untuk kegiatan ini Kami melakukan dengan cara swakelola untuk HOK(Hari Ongkos Kerja), kami menetapkan Seratus dua puluh ribu (Rp 120 000) perhari kepada anggota kelompok tani Usaha Mandiri yang  bekerja,” jelasnya.

Sumirat juga selaku ketua Rt menambahkan,” Anggota kelompok tani Usaha Mandiri kami Ada 36-37 anggota, seandainya lokasi kami tidak terendam banjir karena hujan mungkin sudah siap, pekerjaannya minggu kemaren tapi alhamdulilah sekarang tinggal finising nya aja, yang kurang rapi kami rapikan,” tambah Sumirar.

Terpisah, Ahmad Toyib Selaku Sekeretaris kelompok tani Usaha Mandiri menjelaskan pada awak media ini, bahwa untuk kegiatan P3A ini mengetahui saat mau mengajukan proposal saja dan bertanda tangan dan saat program itu turun, dan untuk pekerjaan di lapangan beliau tidak ikut.

“Kan karena tidak di ikut sertakan oleh ketua (sumirat-red), dan saya lihat juga sudah terlalu banyak yang bekerja dilapangan, dan yang bekerja juga semua anggota kelompok tani,” terang nya.
” Untuk harga permeter nya saya dengar dari pekerja sepuluh ribu permeter (Rp 10 000/Meter), di borongkan kepada semua anggota kelompok tani.” Papar Ahmad toyib.

Ahmad toyib juga menjelaskan tidak tau berapa anggaran Dana dari kegiatan P3A tersebut. (Rano).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Prajurit TNI Yonif 511/DY Tumbuhkan Nilai-Nilai Luhur Pancasila

Sab Sep 25 , 2021
Blitar – Dapat terjun atau terlibat dalam setiap kegiatan TMMD merupakan kebanggaan bagi setiap prajurit TNI Yonif 511/DY. Tak terkecuali dalam gelaran TMMD ke-112 Blitar yang tengah dilaksanakan di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan saat ini. Selain fokus pada pembanguan berbagai pembangunan infrastruktur yang bersifat fisik, mereka juga fokus pada pembangunan […]