HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Salah Satu Toko Sekaligus Gudang Di Kawasan Kota Tasikmalaya Digrebek, Diduga Sebagai Tempat Peredaran Obat Tradisional tanpa izin 

Views: 53
Read Time:1 Minute, 50 Second

Tasikmalaya detektif.co.id– Salah satu toko sekaligus gudang, yang berada di Kawasan Kota Tasikmalaya , petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung,

berhasil mengamankan produk sediaan farmasi. Yakni, berupa obat tradisional tanpa izin edar atau mengandung bahan kimia obat dengan nilai sekitar Rp 850 juta. Rinciannya yaitu;

Menurut Kepala BBPOM Bandung Susan Gracia Arpan melalui Kepala Loka POM Tasikmalaya Jajat Setia Permana mengungkapkan,Petugas BBPOM Bandung telah berhasil mengamankan, Obat Asam Urat dan Flu Tulang kapsul 270 box, Asamulin kapsul 600 box, Chang San serbuk 270 box, Wan Tong Pegal Linu kapsul 4200 box, Tawon serbuk 600 box, Shen Ling Asam Urat serbuk 400 box.

Ricalinu 120 box, Wan Tong Pegal Linu serbuk 100 box, Xian Ling kapsul 300 box, Xian Ling serbuk 270 box dan Tawon Klanceng 2532 botol,” ungkap Jajat Setia Permana. Rabu (04/08/2021).

Ia menuturkan, dampak mengkonsumsi obat tradisional tanpa izin edar tersebut, akan mengakibatkan gangguan pencernaan, penyakit jantung, gangguan fungsi hati, dan gangguan fungsi ginjal,” imbuhnya.

Ia.menerangkan, kasus ini berawal dari laporan pengaduan masyarakat, Rabu lalu (28/07/21) pukul 11.00 WIB. Lalu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBPOM di Bandung bersama dengan Petugas dari Deputi IV Bidang Penindakan Badan POM RI, petugas dari Kejati Jabar dan Anggota Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar menggerebek toko dan gudang tersebut. “Toko dan gudang tersebut digerebek karena diduga sebagai tempat peredaran serta penyimpanan produk obat tradisional tanpa izin edar atau mengandung bahan kimia obat,” terangnya.

Ia menjelaskan, mengedarkan produk sediaan farmasi berupa obat tradisional yang tidak memiliki izin edar dan mengandung bahan kimia obat melanggar ketentuan dalam Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar dan atau pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,

Barang bukti berupa obat tradisional atau mengandung bahan kimia obat itu beserta dua alat angkut berupa Mobil Truk Box barang merek Mitsubishi 1 unit, Mobil Pick Up merek Mitsubishi 1 unit disita PPNS BBPOM di Bandung “Terhadap pemilik toko dan gudang tersebut akan dilakukan proses penyidikan atau Pro Justitia selanjutnya,” pungkasnya. (AR)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jumlah Kasus Meningkat, LaNyalla Sorot Penanganan Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Rab Agu 4 , 2021
JAKARTA – detektif.co.id – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kasus Covid-19 di luar Pulau Jawa-Bali. Menurutnya, masalah tersebut harus mendapatkan penanganan serius. Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, penerapan PPKM serta pemberlakukan protokol kesehatan ketat harus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 di luar […]