HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Selain Klarifikasi, Kepsek SMK Negeri 5 Pultab, Beberkan Akar Masalah Siswa Yang Tidak Ujian

Views: 31
Read Time:3 Minute, 10 Second

 

Taliabu, Detektif.co.id – Sabtu, 10/04/2021 Kepala Sekola SMK Negeri 5 Kecamatan Tabona, Latiri S.Pd yang baru baru ini diterpa isu miring bahwa tidak mengikut sertakan 2 orang siswanya dalam ujian Sekolah kembali memberikan klarifikasi

Dalam tanggapannya, ia mengatakan bahwa, kedua siswanya itu tidak mengikuti ujian sekolah (US) karena dilatar belakangi oleh masalah tertentu , bukan karena tidak diikutkan oleh pigak guru, karena sejatinya peran pendidik adalah mencerdaskan generasi bangsa

Menurut La Tiri, bahwa persoalan yang ia hadapi merupakan warisan (dibaca:masalah) dari sekolah sebelum ia menjabat di SMK tersebut, sebab kedua siswa itu sudah memperlihatkan tingkat kehadiran yang rendah, bahkan salah satu diantara siswanya tidak pernah hadir disekolah diawal awal dia bertugas, namun itupun ia sudah menempuh berbagai cara agar kedua siswanya itu tetap melanjutkan pendidikan yakni menemui kedua orang tua agar membujuk anaknya kembali kesekolah

“mungkin mereka pernah dengar informasi bahwa yang tidak mengikuti prakering tidak akan naik kelas. Itu katanya kesepakatan dalam hasil rapat dengan kepsek yang lama sebelum saya, Jadi saya menduga anak anak itu mungkin ada kaitannya dengan masalah itu, karena tidak mengikuti prakering. Salah satu siswa yakni Rivaldi tidak mengikuti prakering dengan alasan keterbatasan biaya, makanya disaat saya menjabat sudah mendekati pelaksanaan ujian semester 5 dan siswa sudah selesai selesai melaksanakan prakering di Ambon “ungkap La Tiri.

Lanjut dia, “Pada saat pelaksanaan ulangan semester 5, saat siswa kelas 2 pulang dari prakering ini, Rivaldi Jaenahu dan Rivandi Yoisangaji ini sutidak masuk sekolah, jadi saat itu karena mendekati ulangan saya sampaikan keteman teman guru bahwa kita panggil dorang (dibaca:mereka). Sehingga kita layangkan surat panggilan pertama tapi dorang tidak hadir, kemudian panggilan yang kedua itu pas menjelang ulangan, pada saat ulangan semester 5 siswa yang bersangkutan tidak datang, lalu saya sampaiakan tolong surati lagi supaya dia bisa hadir, mengikuti ulangan semester 5, tapi tidak juga datang, Nanti pada saat mau ulangan baru dia datang, tapi dia tidak masuk dikelas, lalu walikelasnya sendiri yang panggil baru dia datang, tapi anak itu tidak mau masuk dikelas hanya baputar dilingkungan sekolah lalu menuju jalan dipinggir pante terus pulang” Jelas Latiri

Tidak disitu saja, Latiri juga menyatakan jika Orang tua dari salah satu siswanya juga kini menyesalkan ulah dari anaknya yang sudah diberikan keringanan oleh pihak sekolah agar menemui wali kelas guna melakukan remedial (perbaikan nilai) diguru mata pelajaran masing masing, namun nyatanya tidak dilakukan

“terakhir saya ditemui salah satu orang tua siswa, bahwa dia menyesali sikap anaknya, sebab dari keterangan yang disampaikan waktu itu, anaknya sudah menemui wali kelas untuk perbaikan nilai, setelah mereka dapat informasi dari wali kelas, padahal belum” ungkap Latiri mengutip informasi dari orang tua Rivandi

Bukan hanya Kepada orang tua yang bersangkutan, kepada siswanya sendiri dirinya pernah mempertanyakan masalah ketidak hadiran disekolah sebagai langkah penyelesaian yang diupayakannya

“Saya juga pernah ketemu sama Rivaldi disitu saya tanya kenapa tidak sekolah, apa sebenarnya masalahmu, tapi dia hanya senyum senyum, tidak memberi jawaban” Ujar Latiri

Selain menanggapi itu, ia juga mengklarifikasi sejumlah kabar bahwa, ketidak ikut sertaan siswa disekolah yang ia bina tersebut juga dinilai bermuatan politis,

“Itu karena ada beberapa siswa pindahan dari SMA diBobong yang ikuti ujian, itu mungkin ada penilaian politis, tapi dari awal kita sudah ketahui riwayat pendidikan disekolah sebelumnya, seperti surat pindahnya, nilai terakhir yang tercantum didalam buku raport, itu semua terpenuhi, jadi bukan masalah politik” tuturnya kepada sejumlah awak media

Untuk kedua siswa tersebut kata latiri, Meskipun belum sempat mengikuti ujian Sekolah, namun keberadaan siswanya dalam absensi dan Dapodik masih terus tercantum agar bisa mengikuti proses yang berjalan

“Mereka hanya tidak mengikuti ujian, karena tidak mengikuti proses pembelajaran sebagai prasyarat, seperti ulangan semester mereka juga tidak ikuti, jadi masih punya kesempatan, baik ikut dipaket C atau memperbaiki ditahun berikutnya, jadi data mereka tetap ada” pingkas Latiri S.Pd, dikediamannya pada Sabtu 10/04 sekira pukul 16:20 petang tadi (Deni)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pembekalan Relawan SDGs Desa, Demi Data Valid Untuk Arah Kebijakan Pembangunan Desa

Ming Apr 11 , 2021
Taliabu, Detektif.co.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal danĀ  Transmigrasi melalui Perwakilan Maluku Utara di Program Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) kembali melaksanakan Pelatihan SDGs Desa dikecamatan Taliabu Barat laut, Pulau Taliabu pada Sabtu, 10/04/2021 Giat Pembekalan yang digelar didesa Beringin Jaya tersebut merupakan satu program dibawah kepanitian bersama dilima […]