HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Seorang Tukang Cilok di Kota Tasikmalaya Nekat Edarkan Tembakau Gorila

Views: 42
Read Time:1 Minute, 40 Second

Tasikmalaya detektif.co.id–Seorang Tukang Cilok di Kota Tasikmalaya berinisial ANR, nekat mengedarkan tembakau sintetis atau tembakau gorila. Kepada petugas, tersangka mengaku menjadi pengedar tembakau gorila lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya juga mengamankan dua orang lainnya yang juga pengedar tembakau sintetis dan perantara yang masing-masing berinisial HS dan JK. “Dua pengedar dan satu perantara tembakau sintetis ini diamankan di wilayah Kecamatan Cihideung. Barang bukti yang diamanakan dari ketiga tersangka sebanyak 90 paket tembakau sintetis,” kata AKBP Doni Hermawan Rabu (28/07.2021).

Ia menambahkan, Dari tangan tersangka Petugas dari Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya.Kota mengamankan 2,5 gram tembakau gorila berikut satu unit hp yang digunakan tersangka sebagai alat transaksi, “Terdesak kebutuhan Ekonomi Pak.saya sehari hari jualan Cilok.”ujar JK didepan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan. saat Press rilis ungkap kasus Narkoba Rabu (28/07/2021).

Ia.menerangkan, dari ketiga tersangka pengedar tembakau sintetis atau tembakau gorila ini salah satunya adalah seorang residivis. “Tersangka ANR seorang residivis kasus narkoba. Ia sempat menjalani hukuman selama 1 tahun dan kini tertangkap lagi,” terang AKBP Doni Hermawan.

Ia menuturkan, selama satu bulan terakhir ini pihaknya mengamankan 6 pengedar narkoba dan psikotropika serta seorang perantara narkotika. Dari ke 7 tersangka tersebut, 2 tersangka merupakan pengedar narkoba jenis sabu-sabu, 2 tersangka pengedar obat-obatan terlarang, 2 tersangka pengedar tembakau sintetis, dan seorang perantara tembakau sintetis.

“Dari semua tersangka ini memiliki jaringan tersendiri. Barang bukti yang kita amankan sabu-sabu seberat 51,04 gram, tembakau sinteris 132,5 gram, 847 butir obat pil kuning, dan 145 butir obat trihexy dalam kemasan strip,” terang AKBP Doni Hermawan.

Ia menambahkan, para tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. “Khusus untuk resividis dan perantara ada penambahan pasal yakni juntco pasal 114 ayat 2 dengan ancaman pidana seumur hidup dan penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkas AKBP Doni Hermawan. (AR)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Petugas Gabungan Masih Tutup Akses Jalan Menuju Boyolali Kota

Rab Jul 28 , 2021
Boyolali – detektif.co.id Kabupaten Boyolali belum membuka penyekatan jalan seiring diperpanjangnya PPKM Level 3 dan 4 hingga agustus mendatang. Sejumlah titik penyekatan sudah dibuka, tapi masih ada dua titik penyekatan yang masih dipertahankan. “Untuk di wilayah Kabupaten Boyolali dari 23 titik (penyekatan) itu, kemungkinan kita masih akan mempertahankan 2 titik,” […]