SMPN 5 Kota Bekasi Diduga Tidak Melaksanakan Permendikbud RI Nomor 31 Tahun 2019

0
97

Kota Bekasi – Portal Rumah Belajar adalah : Pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas.

Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

mengacu dari pengertian rumah belajar ini seharusnya pihak sekolah khususnya SMP Negeri 5 Kota Bekasi sebagai penerima BOS Afirmasi atau BOS Kinerja wajib melaksanakan sesuai pengertian dari rumah belajar tersebut.

Akan tetapi ketika di konfirmasi oleh awak media pihak sekolah yaitu Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Bekasi mengatakan ,”Tablet tidak bisa dipinjamkan karena merupakan aset negara hanya dipinjamkan dan hanya di gunakan di sekolah saat dibutuhkan untuk belajar “, ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Bekasi ibu Sri Mulyani, S.Pd. M.M.Pd. (24/5/2021)

Ditempat yang sama Wakepsek SMP.N 5 Kota Bekasi turut menyatakan bahwa tablet tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang oleh siswa.

Sementara Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2019, Tentang petunjuk teknis operasional sekolah afirmasi dan bantuan operasional sekolah kinerja point 6 huruf a dan b

 

a . semua fasilitas akses rumah belajar yang sudah dibeli pada prinsipnya harus dimanfaatkan untuk keperluan satuan pendidikan,

b. Perangkat tablet digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengakses konten rumah belajar yang diprioritaskan bagi siswa.

Ketika dimintai keterangan dari Sekdin bapak Krisman Irwandi Situmorang, melalui whatsapp beliau mengatakan “Memperhatikan point 6 huruf a dan b permendikbud 31 tahu 2019, pada prinsipnya dimanfaatkan untuk keperluan satuan pendidikan (sekolah) sebagai media pembelajaran untuk mengakses konten rumah belajar yang diprioritaskan bagi siswa, artinya ketikA melakukaN pembelajaran di kelas siswa dapat memanfaatkannya.ungkapnya” Rabu (26/5/2021)

Baca Juga :  Habib Luthfi Terima Honoris Causa, Ganjar : Beliau Lebih Dari Doktor

Tambahnya ” Tidak ada bahasa boleh dibawa pulang atau dipinjamkan yang disampaikan kepala sekolah karena tablet merupakan asset negara yang perlu dipertanggungjawabkan dan dirawat oleh pihak sekolah. Apabila terjadi kerusakan atau hilang menjadi tanggungjawab sekolah” katanya

Melalui whastapp juga awak media meminta tanggapan atas pernyataan Sekdin tersebut kepada Bapak Maruli JPM (Ketua Garda P-3ER) selaku pemerhati pendidikan ” Nampaknya Sekdin kurang mampu untuk menerjemahkan maksud program yang dibuat oleh Kemendikbud itu, namanya aja fasilitas anak didik buat rumah belajar, yg dapat digunakan oleh siswa dimana aja” .ujarnya Rabu (26/5/2021).

Penulis : Wordiono Silitonga/Bgs