HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Tak Punya uang untuk Bayar Denda Rp 5 Juta, Pemilik Kafe Lookup di Cihideung Pilih di Penjara 3 Hari

Views: 30
Read Time:1 Minute, 53 Second

Tasikmalaya detektif.co.id—Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Taman Kota Tasikmalaya, kembali digelar Selasa (13/07/2021)

Ada Sebanyak 9 pelanggar PPKM Darurat dari total 10 pelanggar mengikuti sidang tersebut. Dalam persidangan kali ini yang dipimpin Hakim Ridwan secara daring, ada keputusan mencolok yang dipilih pengelola sekaligus pemilik Kafe Lookup di Kecamatan Cihideung. Dia kedatangan Satgas Covid pada Rabu malam (07/07/2021) sekira pukul 20.30 WIB.

Acep Lutvi Suparman (23), pengelola kafe itu memilih kurungan penjara 3 hari daripada membayar denda Rp 5 juta.

Menurut Acep disaat pandemi ini sangat berat harus membayar denda Rp 5 juta. Karena pendapatan usahanya sedang menurun. “Ya mau bagaimana lagi. Saya memang salah. Waktu itu melayani pembeli yang makan di tempat dan buka melebihi pukul 20.00 WIB. Saya sempat melakukan take away 3 hari. Tapi sepi pembeli kang,” kata Acep

Ia menuturkan, Ya saya menyalahi aturan protokol kesehatan (prokes) sih. Saya melayani pelanggan di tempat saat itu sih karena pembeli yang kenal dekat kang. Tapi ya saya emang salah, menyalahi prokes. Tapi kan ngedrop pendapatan dari take away sama delivery order,” tutur acep.

Dia menerangkan, memang perbedaan pendapatan dengan cara makan di tempat kopinya serta take away atau delivery order sangat mencolok. Apalagi pendapatan dari usaha ini sedang drop dan tak pernah mendapatkan keuntungan lebih dari Rp5 juta dalam sehari.
“Saya lebih memilih kurungan karena bagi saya uang Rp5 juta bukan uang sedikit pak. Pendapatan saya saja sehari mustahil dapat segitu pak. Makanya saya lebih memilih kurungan. Karena kurungan juga bukan pidana kejahatan. Ya gimana lagi, mau bayar saya tak ada uangnya pak,” terang acep.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Tasik, Ahmad Sidiq mengaku kaget dengan keputusan Acep. Pasalnya, dia sempat meminta Acep agar memikirkan kembali keputusan tersebut serta diberi waktu 2 minggu untuk mengambil keputusan.

“Ya tadi memang pemilik kafe itu memilih kurungan 3 hari. Sudah saya panggil 2 kali agar memikirkan kembali keputusan itu dan diberi waktu 2 minggu untuk membayarnya. Tapi ya dia mengambil itu keputusannya,” tutur Ahmad Sidiq .

Ia menjelaskan. setelah pengusaha kafe itu kukuh memilih kurungan penjara maka pihaknya akan memasukan sang pengusaha tersebut mulai hari ini. “Nanti akan dikurung antara di Lapas Tasikmalaya atau di Polsek Indihiang,” jelas Ahmad Sidiq . (AR)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tukang Pedagang Pempek-Pempek di Kota Tasikmalaya Curi Celana Dalam Perempuan, Untuk Obat Jerawat

Rab Jul 14 , 2021
Tasikmalaya detektif.co.id- Seorang Pedagang Pempek pempek.di Kota Tasikmalaya.terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian . lantaran diduga telah mencuri celana dalam perempuan yang sedang di jemur di depan rumah di Indihiang Kota Tasikmalaya selasa (13/07/2021). Pelaku Om (23), warga Rajadesa, Kabupaten Ciamis malah melirik kiri-kanan memantau jemuran cangcut (celana dalam) wanita. […]