HOME REDAKSI CONTACT US PEDOMAN MEDIA SIBER

Warga Keluhkan Program Sandes Tidak Tepat Sasaran, Verifikasi Data Penerima Dipertanyakan

Views: 270
Read Time:2 Minute, 12 Second

 

Tanjabtim, (detektif.co.id) – Pembangunan Sandes Merupakan Program aspirasi yang fokus Pada penyediaan Sarana Air limbah dengan Sasaran Desa dengan Gizi Buruk (Stunting) BABS Tinggi, Masyarakat Berpenghasilan Rendah(MBR), serta Desa Yang tertinggal, dan berkembang. Setiap Desa yang mendapatkan Program Sandes, masing-masing Desa tentunya didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

Namun Berbeda Hal nya Dengan Kegiatan Sandes di Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Yang di kelola oleh KSM Karya Sejahtera. Program yang bersumber dari Dana APBN dengan pagu Dana Lima Ratus Juta (Rp 500.000.000) dengan bangunan 37 Unit, tentu nya Program ini dipioritaskan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah(MBR).

Dengan tidak tepat nya sasaran program ini, tentu nya ini menjadi sebuah tanda tanya, dan sebagai evaluasi untuk kedepan nya. Seperti yang terjadi di Desa Rantau Karya, bahwa program Sandes ini diduga sebagian tidak tepat sasaran, pasal nya di dari pantauan di lapangan, masyarakat yang memiliki mobil dua unit serta rumah yang lumayan bagus bisa menikmati progran Sandes ini, sementara masyarakat yang benar mempunyai Hak berdasarkan kreteria(MBR) tidak mendapatkan manfaat dari program Sandes tersebut.

Salah satu warga Desa Rantau Karya yang tidak mau di sebutkan nama nya, sangat menyayangkan program yang teruntuk masyarakat Berpenghasil Rendah (MBR) tidak dapat, sementara orang yang mempunyai mobil dua dan rumah nya bagus, boleh dibilang kaya, tapi dapat. Orang di bilang miskin gak dapat.

” mas bisa lihatkan, dilihat dari fisik bangunan rumah nya layak mendapatkan program ini, tapi tidak mendapatkan nya, terus bagaimana sebenarnya kategori/kreteria masyarakat mendapatkan manfaat dari program ini, Coba sampean lihat bang, rumah yang di samping RAM dan di depan RAM itu, itu juga dapat bang,” ungkapnya sedih.

Sementara itu Legimin salah satu masyarakat penerima manfaat dari program (Sandes) saat di kunjungi di kediaman nya kebingungan saat awak media ini komfirmasi dan mempertanyakan atas dasar apa beliau mendapatkan atau bisa menikmarti Program Sandes. Sementara bangunan dan rumah nya cukup dibilang layak dan mempunyai dua unit Mobil.

” Saya mendapatkan program ini berdasarkan survey yang dilakukan pak Rt dan pihak Desa, dan satu kali mengikuti Musyawarah desa (Musdes) dibalai Desa, setelah itu disuruh membawa surat surat yang diperlukan, seperti kelengkapan surat surat tanah dan Poto Copi KK dan KTP.” Ungkap Legimin.

Disisi lain, Rafles salah satu warga Rt 07 Desa Rantau karya yang tidak mendapatkan program ini merasa sedih dan merasa kecewa padahal kalau di bandingkan dengan orang lain saya seharus nya dapat.

” Bang, Jangankan di suruh Musdes di balai Desa, dikasih tau pun tidak ada nya program Sandes ini kepada saya, saya aja tau nya program ini ada setelah kegiatan berjalan dan melihat berbeda ada beberapa rumah yang mendapatkannya. Ucap nya dengan mimik wajah yang sedih. (Rano)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Saida Purba Tambak anggota DPRD Simalungun Minta Dinas Bencana Alam Turun Ke Silau Kahean, Jalan Terancam Putus

Ming Okt 24 , 2021
Simalungun, Detektif –  Masyarakat Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara sangat terganggu hubungan komunikasi perjalanan menuju Tebing Tinggi, PematangSiantar termasuk ke Kota Medan karena jalan mereka korban longsor akibat hujan deras akhir akhir ini. Jalan Longsor mengakibatkan arus lalu lintas terancam putus terletak di wilayah Damak Andilou Damak […]